Sayur Bukan Menjadi Preferensi Makanan Remaja di Indonesia

Authors

  • Phebe Hendra Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University
  • Rita Suhadi Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University
  • Dita Maria Virginia Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University
  • Christianus Heru Setiawan Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2019.030.04.18

Keywords:

Makanan, preferensi, remaja

Abstract

Remaja dan perilaku akan makanan dan kesehatannya perlu mendapat perhatian utama. Perilaku tersebut akan berlanjut hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat preferensi makanan pada remaja di Indonesia. Penelitian dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner untuk melihat preferensi makanan remaja siswa sekolah menengah atas. Informasi yang diperoleh adalah preferensi makanan utama, minuman dan perilaku snack serta karateristik responden. Responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 774 orang. Ayam merupakan makanan utama yang disebutkan remaja di Indonesia dari 3 jenis makanan utama. Air putih dan biskuit merupakan preferensi minum dan dan snack yang dikonsumsi remaja di Indonesia, sedangkan sayur hanya dipilih oleh sebagian kecil remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.

Todd AS, Street SJ, Ziviani J, Byrne NM, and Hills AP. Overweight and Obese Adolescent Girls: The Importance of Promoting Sensible Eating and Activity Behaviors from the Start of the Adolescent Period. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2015; 12(2): 2306-2329.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

Rokhmah F, Muniroh L, dan Nindya TS. Hubungan Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Siswi SMA di Pondok Pesantren Al-Izzah Kota Batu. Media Gizi Indonesia. 2016; 11(1): 94-100.

Vabø M and Hansen H. The Relationship between Food Preferences and Food Choice: A Theoretical Discussion. International Journal of Business and Social Science. 2014; 5(7): 145-157.

Rahman N, Dewi NU, and Armawaty F. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan pada Remaja SMA Negeri 1 Palu. PREVENTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016; 7(1): 43-52.

Loliana N and Nadhiroh SR. Asupan dan Kecukupan Gizi antara Remaja Obesitas dengan Non Obesitas. Media Gizi Indonesia. 2015; 10(2): 141-145.

Kurdanti W, Suryani I, Syamsiatun NH, et al. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2015; 11(4): 179-190.

Joshi HA, Jethva VJ, and Patel N. Changing Food Pattern in Adolescents and Impact on Health. International Journal of Medical Science and Public Health. 2014; 3(12): 1442-1445.

Septiana P, Nugroho FA, dan Wilujeng CS. Konsumsi Junk Food dan Serat pada Remaja Putri Overweight dan Obesitas yang Indekos. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2018; 30(1): 61-67.

Reedy J and Krebs-Smith S. Dietary Sources of Energy, Solid Fats, and Added Sugars among Children and Adolescents in the United States. Journal of the American Dietetic Association. 2010; 110(10): 1477-1484.

Weiss A, Xu F, Storfer-Isser A, Thomas A, Ievers-Landis CE, and Redline S. The Association of Sleep Duration with Adolescents' Fat and Carbohydrate Consumption. Sleep. 2010; 33(9): 1201-1209.

Wate JT, Snowdon W, Millar L, et al. Adolescent Dietary Patterns in Fiji and their Relationships with Standardized Body Mass Index. The International Journal of Behavorial Nutrition and Physical Acitvity. 2013; 10(45): 1-12.

Kusumawardani N, Rachmalina S, Wiryawan Y, et al. Perilaku Berisiko Kesehatan pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia. Jakarta: Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI; 2015.

Tania M. Hubungan Pengetahuan Remaja dengan Perilaku Konsumsi Minuman Ringan di SMKN 2 Baleendah Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2016; 4(1): 19-25.

Arofah D and Hertanto WS. Konsumsi Soft Drink sebagai Faktor Risiko Terjadinya Obesitas pada Remaja USIA 15-17 tahun (Studi Kasus di SMUN 5 Semarang). Media Medika Muda. 2007; (4): 55-58.

Aini SN. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di Perkotaan. Unnes Journal of Public Health. 2013; 2(1): 1-8.

Piernas C and Popkin BM. Trends in Snacking among U.S. Children. Health Affairs. 2010; 29(3): 398-404.

Pramono A dan Sulchan M. Kontribusi Makanan Jajan dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja di Kota Semarang. Jurnal Gizi Indonesia. 2014; 37(2): 129-136.

Larson N and Story M. A Review of Environmental Influences on Food Choices. Annals of Behavioral Medicine. 2009; 38(1): 56-73.

Corrêa EN, Schmitz BAS, and de Vasconcelos FAG. Aspects of the Built Environment Associated with Obesity in Children and Adolescents: A Narrative Review. Revista de Nutrição. 2015; 28(3): 327-340.

Downloads

Published

2019-08-30

Issue

Section

Research Article